SEKILAS INFO
: - Sabtu, 18-05-2024
  • 8 bulan yang lalu / Masa Penginputan Kartu Rencana Studi (KRS) dimulai tanggal 20 Agustus 2023 s/d 24 September 2023
Momentum Kemerdekaan Ekonomi

Pada 17 Agustus lalu kita memperingati hari kemerdekaan. Tanpa terasa, bangsa kita sudah merdeka selama 75 tahun. Usia yang mungkin tidak muda lagi bagi perjalanan suatu bangsa. Ada banyak hal yang patut untuk kita syukuri. Kita patut bersyukur sebab ada banyak hal yang telah dicapai oleh bangsa ini. Namun, kita juga harus akui, masih banyak hal lain yang belum tercapai.

Sayangnya, perayaan kemerdekaan tahun ini harus dilalui dengan kondisi sulit. Kondisi sulit karena saat ini dunia tengah diterpa pandemi virus korona (Covid-19). Dan yang membuat beban menjadi lebih berat lagi, akibat virus tersebut, menjadikan aktifitas ekonomi lumpuh. Hingga kita dihadapkan kondisi yang lebih sulit lagi, yaitu selain krisis kesehatan, juga krisis ekonomi.

Tanda-tanda munculnya krisis ekonomi sudah nampak jelas di depan mata. Berdasarkan data laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada (5/8/2020), pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua tahun 2020 tumbuh -5,32% secara year on year (Y-o-Y). Sedangkan secara quartal to quartal (Q-to-Q), tumbuh -4,19% dan jika di bandingkan dengan semester pertama 2019, tumbuh -1.26%. Untuk pertumbuhan kuartal ketiga nanti, banyak kalangan memprediksi masih dalam kondisi minus. Jika mengamati pertumbuhan ekonomi periode yang telah berjalan ini, maka Indonesia sebenarnya sudah memasuki resesi teknikal.

Serangan pandemi kali ini memang benar-benar memporak-porandakan kondisi ekonomi kita. Covid-19 yang muncul pertama di akhir 2019 lalu di Wuhan Cina, awalnya merupakan isu kesehatan yang kemudian merambah menjadi isu ekonomi. Akibat Covid, banyak aktifitas ekonomi terpaksa dihentikan secara tiba-tiba, pabrik-pabrik ditutup, gelombang PHK besar-besaran terjadi di mana-mana. Pengangguran meningkat drastis, banyak orang kehilangan pekerjaan sampai pada menurunnya daya beli masyarakat yang pada akhirnya menurunkan sektor konsumsi yang merupakan sektor utama penopang perekonomian Indonesia, hingga berujung pada pertumbuhan ekonomi negatif dan terjadilah resesi (krisis ekonomi).

Namun jika ditilik dari sisi lain, sebenarnya kondisi sulit ini bisa menjadi momentum menuju kemandirian ekonomi Indonesia. Selama ini produksi barang yang dilakukan oleh produsen dalam negeri banyak bergantung pada bahan baku impor. Akibatnya, banyak perusahaan yang gulung tikar ketika terjadi krisis ekonomi global seperti saat ini sebab pembelian bahan baku impor menjadi sangat mahal terlebih jumlahnya terbatas. Siklus ekonomi yang bergantung pada bahan impor tentu tidak baik bagi perekonomian. Maka, dengan adanya pandemi dan krisis ekonomi kali ini, dapat menjadi momentum bagi perekonomian kita untuk bisa lebih mandiri dalam menciptakan bahan baku dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya, sektor paling utama yang harus diperbaiki adalah sektor ketahanan pangan. Jika selama ini kita banyak mengimpor bahan makanan pokok seperti beras, gandum, bawang dan lainnya, maka ke depan kita harus memperbaiki rantai pasokan (supply chain) bahan makanan pokok daru hulu sampai hilir untuk mencapai ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi secara berkelanjutan. Terlebih, kita diuntungkan dengan mempunyai wilayah geografis yang subur. Maka dari itu, sekali lagi, kondisi krisis ekonomi saat ini sebenarnya bisa menjadi momentum kemandirian dan kemerdekaan ekonomi. Semoga!

Oleh Misbahul Munir
Dosen di Jurusan Ekonomi Syariah STAI Ash-Shiddiqiyah Lempuing Jaya OKI
(Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat pada 3 September 2020).

Bagikan :

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Kampus

IAIN ASH-SHIDDIQIYAH

NSPTI : 347446868

Jalan Lintas Timur KM.123
KEC. Lempuing Jaya
KAB. Ogan Komering Ilir
PROV. Sumatera Selatan
KODE POS 30652

Kalender Masehi

Mei 2024
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031